http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Putin: Turki Invasi Suriah, Ribuan Militan ISIS Bisa Kabur

loading...

ASHGABAT - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan invasi Turki ke Suriah timur laut dapat menyebabkan ribuan militan ISIS melarikan diri dari penjara yang dijaga pasukan Kurdi. Menurutnya, bebasnya ribuan militan kelompok teroris itu akan menjadi ancaman nyata bagi semua pihak.

Kekhawatiran Putin disampaikan dalam pertemuan para pemimpin negara-negara bekas Soviet di Ashgabat, ibu kota Turkmenistan. Pemimpin Kremlin itu ragu bahwa Ankara mampu mencegah pelarian para tahanan Islamic State (ISIS) karena militer Turki terus beraksi dengan ofensif terhadap pasukan Kurdi di Suriah timur laut.

"Itu adalah zona di mana para petempur ISIS terkonsentrasi, mereka masih ditahan oleh kelompok-kelompok militer Kurdi," kata Putin.

Baca Juga:

"Sekarang tentara Turki sedang masuk, orang Kurdi meninggalkan kamp-kamp ini, dan para petempur ISIS di dalamnya bisa melarikan diri. Saya tidak yakin apakah tentara Turki dapat mengambil (para petempur ISIS) di bawah kendali mereka," ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (12/10/2019).

Pernyataan Putin adalah kritik terukur terhadap serangan Turki, sekaligus menambah tekanan diplomatik terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan agar menghentikan invasi.

"Ini adalah ancaman nyata bagi kita semua," kata Putin. "Bagaimana dan ke mana mereka akan bepergian? Melalui wilayah Turki, melalui wilayah lain, lebih jauh ke Suriah di wilayah yang tidak terkontrol, kemudian melalui Irak, negara-negara lain. Kita harus memahami ini, mengetahui ini, dan memobilisasi sumber daya dari badan intelijen kami untuk menghadapi ancaman baru ini," papar mantan agen KGB tersebut.

Invasi Turki dimulai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari Suriah timur laut setelah ia melakukan panggilan telepon dengan Erdogan. Keputusan Trump itu dianggap banyak pihak sebagai langkah Washington dalam memberikan lampu hijau bagi Turki untuk menyerang pasukan Kurdi di Suriah.

Namun, AS sejak itu mengkritik invasi Turki dengan menyatakan bahwa pembersihan etnik atau penembakan terhadap penduduk sipil dapat memicu sanksi.

Putin telah menjadi pemain kekuatan di wilayah tersebut sejak Rusia melakukan intervensi militer dalam perang saudara Suriah dengan membela Presiden Bashar al-Assad pada 2015. Dukungan militer Moskow membuat rezim Assad mampu mengalahkan balik pemberontak yang hampir menjatuhkan pemerintahannya.

Rusia memperkirakan ada ribuan militan Islamis dari negara-negara pecahan Uni Soviet yang beperang di Suriah.

(mas)



Sumber: Sindonews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...