http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Jet Tempur AS yang Dikerahkan ke Saudi Dilaporkan Jenis F-15

loading...

WASHINGTON - Pentagon mengumumkan pengerahan ribuan tentara, dua skuadron jet tempur, dua baterai sistem pertahanan rudal Patriot dan sebuah sistem THAAD ke Arab Saudi. Pesawat tempur yang dikerahkan dilaporkan berjenis F-15.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper menegaskan bahwa pengerahan pasukan tambahan ini menjadi pesan yang ditujukan pada Iran. Pengerahan pasukan tambahan AS ini atas permintaan Komando Pusat AS.

"Sebagai hasil dari keprihatinan berdasarkan apa yang kami dengar dari mitra dan sekutu di kawasan itu tentang kelanjutan perilaku Iran," kata Esper.

Baca Juga:

"Kami pikir penting untuk terus mengerahkan pasukan, untuk menghalangi dan mempertahankan, dan mengirim pesan kepada Iran; Jangan menyerang negara berdaulat lain, jangan mengancam kepentingan atau pasukan Amerika, atau kami akan merespons," ujar Esper seperti dikutip Defense News, Sabtu (12/10/2019). (Baca: Sebar Pasukan Tambahan ke Arab Saudi, AS Kirim Pesan untuk Iran)

"Jangan salah (menilai) pengekangan diri (kami) sebagai kelemahan. Jika Anda mau, Anda akan menyesalinya," imbuh bos Pentagon tersebut.

Pengerahan pasukan itu diumumkan oleh Pentagon pada Jumat pagi waktu AS. Penyebaran pasukan tambahan ini menambah jumlah pasukan Amerika yang dikerahkan ke Kerajaan Arab Saudi menjadi 3.000 personel sejak serangan terhadap kilang minyak Aramco 14 September lalu.

Kepala Juru Bicara Departemen Pertahanan AS Jonathan Hoffman mengatakan Menteri Esper telah mengesahkan penyebaran dua skuadron tempur, sebuah sayap ekspedisi udara, dua baterai Patriot dan sebuah sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke wilayah Saudi. Meski tidak diumumkan secara resmi, skuadron tempur yang dikerahkan dilaporkan jenis F-15.

"Jelas bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan di wilayah Saudi," imbuh Esper. Dia memperingatkan bahwa AS memiliki pasukan siaga tambahan yang dapat memberikan peningkatan keamanan jika diperlukan.

Pengumuman Pentagon muncul sesaat setelah dua rudal menghantam sebuah kapal tanker minyak Iran di lepas pantai Jeddah, Arab Saudi di kawasan Laut Merah. Kantor berita Iran, IRNA, yang mengutip para analis melaporkan bahwa kapal tanker Sabity menjadi korban serangan teroris.

Kapal itu terbakar dan minyak yang dibawa tumpah di Laut Merah. Tak ada korban dari kru kapal Sabity.

Militer AS mengaku telah mengetahui laporan tentang serangan terhadap kapal tanker minyak Iran, namun menolak berkomentar lebih lanjut. Sedangkan Arab Saudi belum berkomentar sejak insiden terjadi.

(mas)



Sumber: Sindonews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...